Biarlah hati ini yang berbicara, biarkan ia menyusuri relung kehidupan, biarkan ia mencari jatidirinya, biarkan ia menemui Tuhannya, biarkan ia berdekat-dekatan dengan-Nya, biarkan ia bermahabbah bersama-Nya, biarkan ia kembali dan berada di sisi-Nya.
Senin, 28 Oktober 2013
PENDIDIKAN ITU TERNYATA MENGASYIKKAN
Kamis, 29 Maret 2012
KEPASRAHAN YANG AKTIF
Hal lain yang tak kalah pentingnya, kita tidak harus terus menerima kenyataan yang terjadi dengan kepasrahan yang pasif, menerima dengan keputusasaan dan cenderung menyalahkan nasib. Yang terbaik adalah kita menrima dengan kepsrahan yang aktif, menerima kejadian yang dihadapi dengan terus mencari tahu kelemahan yang menyebabkan apa yang direncanakan tidak dapat tercapai sekaligus mencari jalan agar kelemahan itu dapat diperbaiki pada masa yang akan datang.
Tahun ini, terasa berbeda apa yang diprediksi dapat dicapai. Sayang prediksi itu meleset. Beberapa siswa diharapkan dapat melaju pada tes akademik di CMBBS ternyata baru dalam tahapan pengenalan. Memang baru tahun ini mencoba merambah area Barat ( Pandeglang ).
Kenyataan inilah kemudian disikapi dengan beberap aksi.
Pertama, setelah didalami ternyata kelemahan yang dihadapi adalah kurangnya penguasaan Bahasa Inggris, walaupun dalam bidang matematika telah sanggup di level Kabupaten.
Kedua, dicanangkan penguasaan Bahasa Inggris pada tahun yang akan datang
Ketiga, penyiapan program terkait dengan sumber daya yang dimilki.
Semoga program-program yang dipersiapkan tahun depan tepat sasaran dan dapat direalisasikan. Amiin
Jumat, 13 Januari 2012
DIMENSI IBADAH
Kadangkala, terucap oleh seorang hamba yang baru selesai solat misalkan; enak kalau udah solat, udah ga punya beban. dst...atau ibadah lain yang hanya sebatas melaksanakan perintah Ilahi.
Kondisi seperti ini, ibadah yang kita lakukan baru sebatas dimensi kewajiban.
selain itu, ada diantara hamba Allah yang beribadah karena pada saat dan sesudahnya akan mendapatkan sisi positif dari pengaruh ibadah yang dilaksanakannya. Contoh, seseorang yang melaksanakan solat, ia akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Orang yang berpuasa akan terkendali hawa nafsunya. Jelasny bahwa setiap ibadah yang dilakukan, inklud di dalamnya hikmah dan faidah dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ibadah semacam ini, ibadah kita sudah dalam dimensi ibadah sebagai sebuah kebutuhan.
Bisakah ibadah yang kita lakukan mempunyai dua dimensi ibadah, kewajiban dean kebutuhan. Sehingga selain sebagai melaksanakan sebuah kewajiban, tetapi juga kita mendapatkan hikmah dan faidah yang berpengaruh baik dalam kehidupan
Sabtu, 09 Juli 2011
Petunjuk Itu Ada di Jalan Mereka yang Mencarinya
Di antara tanda-tanda kebahagiaan dan keberhasilan itu adalah bahwa semakin ilmu seorang hamba bertambah, maka akan bertambah pula kerendahan hatinya dan rasa belas kasihnya. Seperti mutiara yang mahal, semakin dalam tempatnya di dasar laut, maka semakin tinggi harganya. Dan, orang yang bijaksana akan menyadari bahwa ilmu itu adalah anugerah, yang dengannya Allah mengujinya. Jika ia mensyukuri dan menerimanya dengan baik, maka Allah akan mengangkat derajatnya.
Semakin orang itu bertambah amal perbuatannya, maka akan semakin bertambah pula kehati-hatian dan rasa takutnya kepada Allah s.w.t. Dia akan semakin berhati-hati agar kakinya tidak tergelincir, lisannya tidak kelepasan omongan, dan hatinya tidak berbalik. Dia selalu bercermin dan mewanti-wanti dirinya. Bak seorang burung yang sangat hati-hati, setiap kali hinggap di satu dahan, maka dia akan secepatnya terbang dan hinggap di dahan yang lain. Dia takut terhadap bidikan peluru si pemburu. Semakin bertambah usia seorang hamba, maka semakin berkurang ketamakannya. Karena dia telah menyadari bahwa dirinya semakin mendekati akhir perjalanan, telah banyak tahapan kehidupan ini yang dilaluinya, dan sudah mendekati sebuah keyakinan yang pasti terjadi: kematian. Semakin bertambah hartanya, maka semakin ia menjadi lebih dermawan dan semakin banyak memberi. Sebab harta hanyalah barang titipan, sementara yang memberi harta itu adalah si Penguji. Kemungkinan-kemungkinan untuk membelanjakan harta itu adalah kesempatan untuk mendapatkan tambahan nilai dari si Penguji, dan kapan pun kematian selalu mengintai. Semakin meningkat status dan kehormatannya dalam masyarakat, maka semakin dekat ia denganmasyarakat, semakin mudah memberi, dan semakin rendah hati. Seluruh hamba itu adalah makhluk Allah, dan yang paling dicintai-Nya adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada sesama.
Sedangkan tanda-tanda kesengsaraan adalah semakin bertambah ilmu seseorang, maka ia semakin sombong dan angkuh dalam tindak tanduk. Ilmunya tidak bermanfaat, hatinya kosong, wataknya berangasan, dan tabiatnya kasar. Semakin bertambah amal perbuatannya, maka semakin tinggi kesombongannya, semakin kecil nilai orang-orang di sekitarnya, dan semakin baik prasangkanya terhadap dirinya sendiri. Ia merasa bahwa dirinya akan mendapatkan semua keberhasilan, sedangkan yang lain akan berjalan di bibir kehancuran. Semakin bertambah usianya, semakin bertambah sifat rakusnya. Dia terus memupuk harta, tanpa harus mengeluarkannya. Berbagai bencana, musibah, dan malapetaka tidak pernah menyentuh hati dan menyadarkannya. Semakin bertambah harta, semakin bertambah pula kekikirannya. Tak ada nilai-nilai yang bisa dibanggakan di dalam hatinya. Tak ada bekas-bekas pengorbanan di telapak tangannya. Dan, tak nampak guratan-guratan akhlak mulia di wajahnya. Semakin tinggi status dan kedudukannya di masyarakat, maka semakin tinggi pula kesombongannya. Dia tertipu dan terpedaya. Obsesinya tinggi, semburan nafasnya kuat, dan kepakan sayapnya keras, namun pada akhirnya tak ada yang diraihnya. Rasulallah pernah bersabda,”Kelak pada hari Kiamat, orang-orang yang sombong akan dihimpunkan dalam barisan semut-semut kecil yang diinjak-injak oleh kaki manusia.” Semua ini adalah cobaan dan ujian dari Allah bagi hamba-hamba-Nya. Ada yang dengan ujian ini menjadi bahagia, namun ada pula yang dengan ujian ini menjadi sengsara.
Sumber : La Tahzan hal. 391
Senin, 24 Januari 2011
HEAD, HEART DAN GUTS
Dalam kontek Head, Heart dan Guts, percis sama. Cuma tulisan ini diarahkan kepada seorang pemimpin yang tidak hanya mempunya kecakapan secara parsial, tetapi pemimpin yang mempunya kecakapan secara konprehensif. Selain mempunyai kecerdasan ( Head ), perasaan, nurani ( Heart ) juga mempunyai keberanian mengambil tindakan ( Guts ).
Kecakapan yang harus dimiliki pemimpin ini tidak didapat secara mendadak atau instan, tetapi melalui proses panjang dalam sebuah alur pendidikan yang dialaminya.
Kecerdasan yang disimbolkan dengan kepala, dianggap sebagai awal dari pengambilan keputusan. Berdasarkan pengamatan dari berbagai penilaian dalam rekrutmen pegawai, maka tes intelegensi menjadi bagian pertama penentuan kelulusan pegawai. Wajar dalam Al quran , Allah memberi isyarat dengan basthotan fil'lmi.
Perasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin akan sangat berarti apabila sipemimpin itu mempunyai hati yang lembut. Mau turut berempati dan senantiasa simpati terhadap kejadian yang dianggap meluluhlantahkan perasaan orang lain, terutama bagian yang dipimpinnya. Hati yang seperti ini hanya akan ada pada diri yang senantiasa dekat gengan Robbnya.
Keberanian/nyali seorang pemimpin dalam mengambil tindakan yang mungkin dianggap tidak populis tetapi dilihat jangka panjang akan menguntungkan. Tengoklah tindakan Rasulullah yang berani menerima perjanjian Hudaibiyah. sebagian sahabat tidak menerima sebab merasa akan dirugikan, tetapi akhirnya mereka menerima dan terbukti beberapa hari kemudian mereka tersadar hikmah dari perjanjian tersebut.
Tentu saja ini adalah bagian penting buat kita semua sebagai pemimpin dari semua tingkatan. Pemimpim dirinya dan akan bertanggungjawab sepenuhnya kelak
Senin, 10 Januari 2011
PRILAKU SISWA
Kenyataan yang dihadapi, ketika orangtua mendapatkan prilaku anaknya cenderung "berulah", orangtua akan bertanya : Mengapa mereka bisa berbuat seperti itu, padahal kata mereka; kami tidak megajarkan hal yang demikian ?
Sesekali saya mendapatkan perasaan yang hampir menutup asa dalam jiwa. Mengapa tidak, anak sebagai siswa yang terdidik masih melakukan perbuatan yang tercela ? Harapan gurunya, siswa itu manut, berakhlak dan rajin.
Tulisan ini berawal dari beberapa orangtua siswa yang saya ajak bicara mengenai anaknya. Ketika saya ceritakan bahwa guru mereka telah kesulitan membina anak mereka dan hampir dibuat prustasi, mereka menjawab, kamipun sama, telah membina mereka. Lantas kalau begitu proses pembinaan siapa yang telah keliru sehingga tidak depat mencapai tujuan ?
Kadang kalau dipikirkan, apakah masyarakat secara umum turut memfasiltasi anak berprilaku negatif? atau media elektronik yang jam tayangnya sepertinya tidak mengerti kondisi anak-anak yang butuh teladan yang baik.
Sebagai penghargaan buat guru-guru, saya sampaikan : Bersabarlah, jangan lekas merasa gagal dalam membina mereka. Mereka yang cenderung berprilaku negatif itu prosentasenya kecil, masih dibawah 2 %. Walau begitu disampaikan kepada mereka, inilah peluang kita untuk terus berkreasi, berupaya mencari metode terbaik membawa mereka ke jalan kebaikan.
Bersabarlah wahai guru ! Bagian kita ada di dalamnya. Yakinlah siapa yang berusaha dengan sebaik-baiknya akan mendapatkan bagian yang jauh lebih baik dari apa yang telah diperbuat.
Jumat, 26 November 2010
AKHIRNYA BLOGKU KEMBALI AKTIF
Semenjak Ramadhan lalu, sebenarnya ada beberapa keinginan untuk sedikit mencurahkan pengalaman dalam media ini.
Tentang akhir Ramadhan, idul fitri , Madrasah, Idul Adha dan lainnya yang ketika itu terasa memenuhi ruang kepalaku dan ingin keluar dalam bentuk tulisan.Dalam media ini juga insya Allah akan dicoba mengenai pembelajaran, madrasah dan pendidikan secara umum.Semoga
Rabu, 11 Agustus 2010
Shubuh pertama di Ramadhan 1431 H
Dalam surat An-Nisa 53-55 .
1. Al-Kitab ditafsirkan oleh tafsir Munir dengan Dzowahirul Al-Syari'ah ( Peraturan yang nampak ) Aturan tertulis. Undang-undang yang berlaku.
2. Al-Hikmah ( sebagai Asrorul Al-Haqiqoh ) Dampak tersembunyi dari peraturan yang diberlakukan.
Indah memang, jika kita yang membaca Al-Quran, dan mengetahui akibat mengikuti aturan Al-Quran secara menyeluruh.Pun demikian jika kita mengikuti aturan sosial yang tidak bertentangan dengan sumber hukum kita ( Al-Quran dan Hadits ), tetap terdapat hikmah di dalamnya.
Ramadhan lagi !
Secara matematis akan mudah kita jawab. Betul kan!
Cuma apakah kita juga sadar, adakah perubahan menuju ketaqwaan setiap ketemu Ramadhan dalam prilaku,ucapan dan sikap kita. Hanya hati kita yang dapat menjawabnya
Sabtu, 29 Mei 2010
Kepentingan Politik dapat Mengalahkan Keimanan
Sukses itu Datang
Semoga ini dapat berlanjut pada tahun berikutnya. Amin
Rabu, 06 Januari 2010
HARI YANG MELELAHKAN
semakin lama, yang terjadi adalah ketidak percayaan kepada potensi diri sendiri, yang berakibat potensi itu makin tertumpuk dan mengendap ke dasar yang paling dalam. itulah ketakutan yang menghantui diri seseorang.
lain halnya keyakinan diri yang kuat, akan menumbuhkan keberanian, meningkatkan potensi diri dan menguatnya kebesaran jiwa untuk melangkah ke depan.
Ya, ok lah kalau begitu...
Senin, 31 Agustus 2009
TARAWIH
Lalu setelah berbuka terasa mengatuk dan segan untuk sholat tarawih di mesjid ?
Cobalah paksakan, usai tarawih kantuk hilang dan badan segar kembali
Minggu, 30 Agustus 2009
TIGA KESALAHAN YANG SELALU BERULANG

Minggu, 29 Maret 2009
Senin, 29 September 2008
Kisah di akhir Ramadhan
Betapa waktu seakan mengajak kita menjauh dari bula ini, tak terasa kiat dekat idul fitri. Aktivitas ramadhan akan segera usai. Hingar bingar lebaran sudah mewarnai lorong-lorong pasar dan mal-mal yang tersebar, dijejali manusia yang entah untuk apa ?
Sebagai renungan, apakah aktivitas kita selama ramadhan itu apakah formal ibadah atau formalitas belaka, entahlah... yang jelas kita melaluinya dengan niatan ibadah. Tadarussan Al-Quran sudah tak terdengar lagi, ceramah-ceramah atau kultum sudah tak ada lagi. Sudah sudah selesai.
Lantas apa harapan kita ?
Saya terkadang kaget, mengapa romadhan kita tak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap dan perbuatan kita ? cobalah tengok, kekerasan terjadi, tawuran antar pelajar terjadi diwaktu orang bersiap tarawih, aneh...
Tetapi sebagai hiburan, janji Allah tetap haqqul Yaqin, hanya beberapa orang saja yang dapat merasakan nikmat dan syahdunya bulan nan suci dan barokah ini. Amiin.
Minggu, 20 Juli 2008
Kekayaan Hati

Sabtu, 28 Juni 2008
Syukur yang terlupakan...
Ketika kita memaknai hidup adalah sesuatu yang dinamis, maka kita berada dalam kondisi yang siap bersaing. Orang yang dinamis pula lah yang siap menang. Kedinamisan itu dapat diwujudkan dalam bentuk memperoleh rizki, bisa pula dalam mengejar kehidupan akhirat.
Lalu, ketika kita sudah sebagai winner apakah kita layak berbangga diri, merasa kita yang berjuang ? sangat tidak....
Sebagai insan yang beriman, kita tidak layak berbangga diri karena mendapatkan kesuksesan, kebesaran atau mendapat jabatan. Ada Dzat yang Maha Menentukan kita, Allah Subhanahu wata'ala.
Wujud kerendahan hati kita adalah bersyukur, syukur yang tidak terbatas dalam ibadah ritual, tetapi lebih jauh dalam konteks kehidupan sosial.
Upaya Hati ...
Hati ini senantiasa berubah, lembut bagai sutera suatu waktu dan keras laksana baja di waktu yang lain. Wajarlah kemuadian hati dinamai qolb (sesuatu yang tidak menentu ).
Hati harus senantisa terasah, dilatih dan diberi asupan gizi yang dapat menambah daya kekuatan dan selalu halus. Gizi itu adalah zikir, qiroatul quran dan siraman rohani lainnya.